Vivanaliz’s Blog

April 17, 2009

“kebun binatang” di kulit manusia

Filed under: Uncategorized — vivanaliz @ 8:33 am

Tahukah Anda bahwa kulit kita dihuni oleh 182 spesies bakteri, jauh
lebih banyak dari jumlah spesies yang ada di kebun binatang.
Bakteri-bakteri tersebut sebagian hidup permanen di kulit kita namun ada
pula yang sekadar mampir. Wah..wah..

Tapi kita tidak perlu khawatir akan keberadaan bakteri-bakteri itu.
Menurut Dr Martin Blaser dari New York University School of Medicine,
bakteri tersebut telah ada sejak lama dan banyak di antaranya yang
berguna untuk tubuh.

Belum lama ini Blaser dan rekannya melakukan “safari mikroba” pada
daerah lengan enam orang sehat, untuk mengetahui populasi bakteri di
kulit manusia, organ tubuh terbesar.
Hasil riset tersebut dipublikasikan dalam National Academy of Sciences.
Ada 182 spesies bakteri yang berhasil diidentifikasi dan diperkirakan
paling tidak ada 250 spesies di kulit manusia.

“Sebagai perbandingan, sebuah kebun binatang yang lengkap mungkin hanya
memiliki 100 atau 200 spesies. Jadi ada banyak sekali spesies yang hidup
di kulit kita, padahal kami hanya meneliti daerah lengan saja,” katanya.
Bakteri, atau mikroorganisme dipercaya sebagai mahluk hidup pertama yang
ada di muka bumi. Meski banyak yang menyebabkan penyakit, namun
kehadiran bakteri juga membuat tubuh kita berfungsi normal, misalnya
bakteri di saluran cerna yang membantu proses pencernaan.

“Tanpa bakteri yang baik, tubuh kita tidak bisa bertahan,’ kata Dr Zhan
Gao, salah seorang peneliti. Para peneliti mencatat, mikroba di tubuh
kita mungkin melebihi jumlah sel.

Keberadaan bakteri di kulit tubuh manusia sudah sejak lama diketahui,
namun Blaser dan koleganya menggunakan teknik molekular berdasarkan DNA
untuk mengumpulkan data dengan akurasi tinggi. Ternyata dengan metode
tersebut ada 8 persen bakteri baru yang diidentifikasi.
Sebagian bakteri merupakan “penduduk” yang menempati wilayah kulit,
berasal dari empat genus, yakni Staphylococcus, Streptococcus,
Propionibacteria dan Corynebacteria, sedangkan sisanya merupakan
“penduduk tidak tetap”.

Bakteri yang ada di kulit ada untuk melindungi kita. Karenanya tim
peneliti menyarankan agar kita tidak terlalu sering mencuci tangan
karena itu sama saja dengan menghilangkan salah satu “lapisan” pelindung
tubuh kita.

Pada setiap orang, populasi bakteri berubah dari waktu ke waktu,
meskipun genus tertentu tetap tinggal. Para peneliti juga menemukan
bahwa populasi bakteri pada laki-laki berbeda dengan perempuan.

Sebelumnya, tim peneliti tersebut telah melakukan riset terhadap bakteri
yang ada di perut dan esophagus (kerongkongan). Rupanya bakteri yang ada
di dalam tubuh berbeda dengan populasi di luar tubuh, seperti kulit.

“Mikroba telah hidup di tubuh binatang selama milyaran tahun, dan
mikroba yang sekarang ada di tubuh kita bukan tiba-tiba, mereka ikut
berevolusi bersama kita,” kata Blaser.

Tinggalkan sebuah Komentar »

Belum ada komentar.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: